Implikasi Modal Sosial dalam Community Based Tourism (CBT) terhadap Kesejahteraan Masyarakat Kawasan Wisata Telaga Ngebel Kabupaten Ponorogo

Authors

  • Muh. Niam Universitas Muhammadiyah Madiun
  • Qoni'ah Qoni'ah Universitas Muhammadiyah Madiun
  • Lina Alfiyani Universitas Muhammadiyah Madiun
  • Desita Putri Universitas Muhammadiyah Madiun

DOI:

https://doi.org/10.24036/scs.v12i2.886

Keywords:

CBT, Modal Sosial, Kesejahteraan, Telaga Ngebel

Abstract

Penetapan Telaga Ngebel sebagai Kawasan wisata atas usulan masyarakat lokal mengindikasikan pengembangan Community Based Tourism (CBT). Namun, keberhasilan CBT sangat bergatung pada kekuatan modal sosial yang menopang partisipasi dan kolaborasi antara stakeholders. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi modal sosial dalam pengembangan CBT terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan wisata Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Kebaruan penelitian ini terletak pada kontruksi dan pemetaan kerangka relasional antara dimensi modal sosial (jaringan, kepercayaan, norma) dan praktik CBT Multi-Aktor yang berorientasi pada kesejeahteraan sebagai outcome Multidimensi (Sosial, Ekonomi, Budaya). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif tipe studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 informan yang dipilih secara purposive sampling (4 dari pemerintah, 5 dari paguyuban, 3 dari komunitas lokal), observasi non-partisipasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, jaringan sosial terbentuk melalui kolaborasi antar instansi pemerintah, masyarakat, Pokdarwis, dan paguyuban-paguyuban. Kedua, kepercayaan diwujudkan dalam bentuk hubungan interkasi sosial dan solidaritas sosial antara masyarakat dan pemerintah. Ketiga, norma sosial menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran kolektif dalam menjaga keberlanjutan sosial, ekonomi, dan budaya. Keempat, sinergi modal sosial meningkatkan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi, solidaritas sosial, dan pelestarian budaya lokal seperti “Larungan”. Implikasi penelitian ini merupakan konstruksi dan operasionalisasi kerangka relasional modal sosial dan CBT yang mendukung kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat menjadi panduan praktis para stakeholders dalam pemetaan relasional untuk pengembangan progam kesejahteraan sosial berbasis komunitas dan kearifan lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV Syakir Media Press.

Adi, I. R. (2018). Kesejahteraan Sosial (Pekerjaan Sosial, Pembangunan Sosial, dan Kajian Pembangunan) (2nd ed.). Rajawali Press.

Aji, R. R., & Faniza, V. (2022). Pemanfaatan Modal Sosial dalam Pengembangan Komponen Pariwisata di Desa Wisata Pentingsari. BARISTA: Jurnal Kajian Bahasa Dan Pariwisata, 9(2), 47–59. https://doi.org/10.34013/barista.v9i02.703

Arintoko, Ahmad, A. A., Gunawan, D. S., & Supadi. (2020). Community-Based Tourism Village Development Strategies: A Case of Borobudur Tourism Village Area, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosite, 29(2), 398–413. https://doi.org/https://doi.org/10.30892/gtg.29202-477

Asy’ari, R., Tahir, R., Rakhman, C. U., & Putra, R. R. (2021). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Socius: Jurnal of Sociology Research and Education, 8(1), 47–58. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/scs.v8i1.292

Baiquni, M. (2020). Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat. UGM Press.

BPS. (2023). Laporan Statistik 2023.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications, Inc.

Dinas Kominfo Jawa Timur. (2025). Telaga Ngebel Penyokong Terbesar PAD Sektor Pariwisata Ponorogo. Kominfo.Jatimprov.Go.Id. https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/telaga-ngebel-penyokong-terbesar-pad-sektor-pariwisata-ponorogo

Disbudpora. (2022a). Kado Akhir Tahun, Ponorogo Resmi Menjadi KaTa Kreatif Indonesia 2022. Disbudpora.Ponorogo.Go.Id.

Disbudpora. (2022b). Ngebel Acoustic Festival, Gairah Menumbuhkan Kota Kreatif. Disbudpora.Ponorogo.Go.Id. https://disbudparpora.ponorogo.go.id/ngebel-acoustic festival-gairah-menumbuhkan-kota-kreatif/

Disbudpora. (2023). Kabupaten Ponorogo Menjadi Salah Satu Kandidat Dalam Jejaring Kota Kreatif UNESCO. Disbudpora.Ponorogo.Go.Id. https://disbudparpora.ponorogo.go.id/kabupaten-ponorogo-menjadi-salah-satu kandidat-dalam-jejaring-kota-kreatif-unesco/

Disbudpora. (2025). Telaga Ngebel Banjir Wisatawan, PAD Ponorogo Tembus 58 Juta dalam 3 Hari. Disbudpora.Ponorogo.Go.Id. https://disbudparpora.ponorogo.go.id/telaga-ngebel-banjir-wisatawan-pad-ponorogo-tembus-rp58-juta-dalam-3-hari/

Febriana, D., & Saputra, P. P. (2021). Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Destinasi Wisata “Aek Bedelew” Lepar di Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka. Jurnal Pengabdian Dan Penelitian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(2), 71–79.

Fukuyama, F. (2010). Trust: The Social Virtues and The Creation of Prsperity. Penerbit Qalam.

Giampiccoli, A. (2020). A Conceptual Justification and A Strategy to Advance Community-Based Tourism Development. European Journal of Tourism Research, 25(2503), 1–19.

Giampiccoli, A., & Mtapuri, O. (2020). Social Capital in the Creation of Human Capital. American Journal of Sociology, 94(1), 95–120. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/21568316.2019.1608216

Hamzah, A., & Khalifah, Z. (2009). Handbook on Community Based Tourism; “How to Develop and Sustain CBT". Asia-Pacific Economic Cooperation Secretariat.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2014). Community Development in an Uncertain World: Vision, Analysis and Practice. Cambridge University Press.

Kemeko PMK. (2018). Laporan rapat tingkat menteri (RTM).

Kemenparekraf. (2021). Panduan Potensi Pembangunan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kemenparekraf/Baparekraf RI. Kemenparekraf/Baparekraf RI. https://kemenparekraf.go.id/

Kusumastuti, A., & Khoiron, A, M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (LPSP).

Lasally, A., Khoirunhisa, H., & Mahfudz, A. A. (2021). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas di Yogyakarta (Studi Kasus: Desa Wisata Sambi). Al-Mustasfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Islam, 6(1), 34–42.

Lawang, R. M. Z. (2005). Kapital Sosial dalam Perspektif Sosiologik Suatu Pengantar. Penerbit FISIP UI PRESS.

Limanseto, H. (2021). Pembangunan Kepariwisataan Melalui Pengembangan Desa Wisata Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3520/pembangunan-kepariwisataan-melalui-pengembangan-desa-wisata-untuk-meningkatkan-pertumbuhan-ekonomi

Maarif, U. (2023). Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Masyarakat Desa Wisata Pujon Kidul Malang. Inteleksia: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah, 05(01), 223–240.

Midgley, J. (1995). Social Development. The Developmental Perspective in Social Welfare. SAGE Publication Ltd.

Moerdijat, L. (2023). Pengembangan Pariwisata Nasional Bagian dari Upaya Pemerataan Pembangunan. Mpr.Goi.D. https://www.mpr.go.id/berita/Pengembangan-Pariwisata-Nasional-Bagian-dari-Upaya-Pemerataan-Pembangunan

Nugraha, A. (2019). Dampak Community Based Tourism terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Wisata. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(1), 45–57. https://doi.org/https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.4442

Nugraha, I. G. P. (2021). Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata Serangan Denpasar Bali. Media Wisata, 19(2), 179–185. https://doi.org/10.36275/mws

Nugroho, S. S., Nurchayati, Z., & Nurhidayati, H. (2022). Komodifikasi Pariwisata Berbasis Masyarakat dan Kearifan Lokal. Penerbit Lakeisha.

Patria, E. (2025). Wisatawan ke Telaga Ngebel Naik 64 Persen, PAD Tembus Rp. 400 Juta. Sinergia. https://sinergiamediatama.com/wisatawan-ke-telaga-ngebel-naik-64-persen-pad-tembus-rp-400-juta/

Pedro, E. L., Bagus, N., & Adiwidjaja, I. (2024). Analisis Penerapan Modal Sosial Ekonomi Masyarakat Terhadap Pengembangan Desa Wisata Sidomulyo Kota Batu. Indonesian Social Science Review (ISSR), 2(2), 78–88. https://doi.org/https://doi.org/10.61105/issr.v2i2.90

Perdana, M, A. (2016). Partisipasi masyarakat lokal untuk perencanaan pengembangan Desa Wisata Cibeusi Kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Institut Teknologi Bandung.

Priatmoko, S., Kabil, M., Purwoko, Y., & David, L. D. (2021). Rethinking Sustainable Community-Based Tourism : A Villager’s Point of View and Case Study in Pampang Village, Indonesia. Sustainability, 13(3245), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/su13063245

Puspitaningrum, E., & Lubis, D. P. (2018). Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi. 2(4), 465–484. https://doi.org/https://doi.org/10.29244/jskpm.2.4.465-484

Putra, R. R., Khadijah, U. L. S., Rakhman, C. U., & Novianti, E. (2021). Development of community-based tourism : Study in Kertayasa Village , Pangandaran District , West Java. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 34(2), 196–208. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/mkp.V34I22021.196-208

Ringa, M. B., Setiawina, N. D., & Dewi, M. H. U. (2018). Peran Pemerintah , Sektor Swasta Dan Modal Sosial Terhadap Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Bisman-Jurnal Bisnis & Manajemen, 3(2), 30–38.

Rosadi, A. (2021). Kajian Teoritik Terhadap Modal Sosial sebagai Basis Keterlibatan Masyarakat dalam

Pembangunan Pariwisata. BARISTA: Jurnal Kajian Bahasa Dan Pariwisata, 8(1), 56–77. https://doi.org/10.34013/barista.v8i1.367

Supriyanto, & Fitria, N. J. L. (2022). Modal Sosial Dan Potensi Wisata Dalam Pengembangan Kompleks Pariwisata Pelabuhan Kota Probolinggo Berbasis. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2), 223–242. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/ejpis.v4i2.6982

Triristina, N., Pujiyanti, Y. R., & Muharam, M. M. (2022). Penerapan Community Based Tourism (CBT) Berbasis Modal Sosial dalam Pengembangan Objek Wisata Sumber Biru Wonomerto. Jurnal El-Riyasah, 13(1), 1–21.

Wibowo, A., Lestari, E., & Sugihardjo. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan Modal Sosial dan Peran Stakeholder dalam Pembangunan Desa Wisata di Kabupaten Karanganyar. Jurnal Penyuluhan, 20(01), 148–164. https://doi.org/https://doi.org/10.25015/20202446684

Wijayanti, L. (2020). Faktor Sosial dalam Keberhasilan CBT: Studi Kasus di Desa Wisata Panglipuran. Jurnal Kepariwisataan Nusantara, 5(3), 199–212. https://doi.org/https://doi.org/10.24036/jkn.v5i3.721

Wulan, E. (2025). Sebulan, PAD Telaga Ngebel Ponorogo Tembus RP 733 Juta. Rri.Co.Id. https://rri.co.id/daerah/1302014/sebulan-pad-telaga-ngebel-ponorogo-tembus-rp733-juta

Yuliani, A. (2022). Peran Modal Sosial dalam Pengelolaan Desa Wisata Berkelanjutan di Lombok Barat. Jurnal Sosial Humaniora, 10(1), 76–90. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/jsh.v10i1.437

Zastrow, C. (2017). Introduction to Social Work and Social Welfare: Empowering People (12th ed.). Cengage Learning.

Zielinski, S., Jeong, Y., Kim, S., & Milanes, C. B. (2020). Why Community-Based Tourism and Rural Tourism in Developing and Developed Nations are Treated Differently? A Review. Sustainability, 12(5938), 5–18. https://doi.org/10.3390/su12155938

Downloads

Published

2025-12-31