Modal Sosial dalam Penguatan Ekonomi Lokal melalui Wisata Pasar Slumpring
DOI:
https://doi.org/10.24036/scs.v12i2.798Keywords:
Budaya Tradisional, Modal Sosial, Pariwisata berbasis Kerakyatan, Pasar Slumpring, PokdarwisAbstract
Pengembangan pariwisata berbasis kerakyatan dengan menampilkan citra tradisional menjadi salah satu konsep yang dipilih dalam pengembangan wisata Pasar Slumpring, Kecamatan Bumijawa, Tegal. Sektor pariwisata yang masih dikelola secara mandiri ini berhasil membangun wadah pemberdayaan bagi masyarakat setempat sekaligus sebagai salah satu penguatan ekonomi lokal yang dimiliki Desa Wisata Cempaka. Tujuan dari penelitian ini, guna untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dari destinasi Pasar Slumpring yang masih bertahan sampai sekarang dari perspektif modal sosial. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan 5 orang informan terpilih serta dokumentasi di lingkungan wisata Pasar Slumpring. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada teori modal sosial Fukuyama. Temuan penelitian menunjukan bahwa modal sosial menjadi komponen penting yang berhasil disinergikan sehingga mampu mendukung pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi lokal melalui wisata Pasar Slumpring. Aspek-aspek modal sosial yang dibangun meliputi, kepercayaan, norma dan nilai sosial serta jaringan sosial. Selain itu, peran Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) juga berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat modal sosial yang dimiliki Pasar Slumpring. Secara keseluruhan, keberadaan Pasar Slumpring memberikan penguatan ekonomi terhadap masyarakat sekitar.
Downloads
References
Adawiyah, R. (2018). Strategi pengembangan badan usaha milik desa (bumdes) berbasis aspek modal sosial (studi pada bumdes surya sejahtera, Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo). Universitas Airlangga.
Agustina, I. H., & Hindersah, H. (2019). Explorations of social values in Magersari settlement in Indonesia. ISVS E-Journal, 6(1), 1–9.
Aji, R. R., & Visilya Faniza. (2022). Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Komponen Pariwisata di Desa Wisata Pentingsari. Barista : Jurnal Kajian Bahasa Dan Pariwisata, 9(2), 47–59. https://doi.org/10.34013/barista.v9i02.703
Alfiansyah, R. (2023). Modal sosial sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat desa. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 10(1), 41–51.
Aminudin, H., Kurnia, H., & Apriliani, A. (2023). Pengaruh Nilai dan Norma Terhadap Tradisi Ruwat Bumi di Desa Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 3(1), 14–23.
Annisa, Y., & Fadli, M. (2024). Partisipasi Masyarakat Dalam Pemetaan Sosial Ekonomi. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam Dan Pengembangan Masyarakat, 9(1), 117–134.
Astawa, I. W. (2021). Eksistensi Pasar Tradisional dan Pedagang Kaki Lima dalam Mendukung Sektor Pariwisata untuk Mewujudkan Tabanan Serasi. Majalah Ilmiah Universitas Tabanan, 18(1), 45–48.
Coleman, J. S. (1994). Foundations of social theory. Harvard university press.
Fadli, F. (2015). Modal Sosial Dan Pendapatan Masyarakat. Jurnal Agrium, 12(1).
Fathy, R. (2019). Modal sosial: Konsep, inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1–17.
Fitria, N. J. L. (2022). Modal sosial dan potensi wisata dalam pengembangan kompleks pariwisata pelabuhan kota probolinggo berbasis masyarakat. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2), 223–242.
Handayani, W., Iryanti, E., Safeyah, M., & Hardjanti, S. (2019). Improving traditional market sustainability in the industrial 4.0 era through impulsive buying strategy: A case in East Java, Indonesia. International Journal of Supply Chain Management, 8(3), 1045–1056.
Hasbullah, J. (2006). Social capital: Menuju keunggulan budaya manusia Indonesia. MR-United Press
Istifhama, L. (2017). Strategi Bertahan Dan Modal Sosial Pedagang Pasar Tradisional Swasta Dalam Perspektif Ekonomi Islam,” At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi, 8 (1) 32-42.
Junaid, I., & Salim, M. A. M. (2019). Peran organisasi tata kelola dalam pengelolaan Desa Wisata Nglanggeran, Yogyakarta. Pusaka: Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event. 2(2).
Noor, T. R. (2017). Fungsi Sosial-Ekonomi Pasar Tradisional (Studi Tentang Pasar Karah Kec. Jambangan, Kota Surabaya). At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Muamalah, 5(1), 77-96.
Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif (p. 197). Harfa Creative.
Nika, M., Dan, A., & Ali, M. M. (2013). Kajian Eksistensi Pasar Tradisional Kota Surakarta. In Jurnal Teknik PWK (Vol. 2, Issue 2). http://www.pu.go.id
Ningsih, E. D., & Wijaya, A. (2023). Modal Sosial sebagai Strategi Penanganan Stagnasi dalam Pengembangan Desa Wisata Liyangan. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development, 5(2), 118–134.
Nugraha, I. G. P. (2021). Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Desa Wisata Serangan Denpasar Bali. Media Wisata, 19(2), 179–185.
Saleh, S. (2017). Analisis data kualitatif . Pustaka Ramadhan, Bandung.
Sarastika, T., Kurniawan, T., Saraswati, Y., & Rahayuningrum, S. T. (2024). Pilihan Rasional Strategi Bertahan Hidup Pedagang Dini Hari Pasar Bitingan Kabupaten Kudus. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, 11(2), 108–119.
Subagyo, R. A. (2021). Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro. Paradigma, 10(1).
Sulistiono, B., & Baru, B. M. (2019). Strategi Pembangunan Desa Melalui Pendayagunaan Potensi Modal Sosial. Seminar Nasional Sistem Informasi (SENASIF), 3, 1825–1836.
Suryani, L., Sutanty, M., & Suprianto, S. (2023). Revitalisasi Pasar Tradisional Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 11(2), 323–333. https://doi.org/10.58406/jeb.v11i2.1318
Sutrisnawati, N. K., A.A.A Ribeka Martha Purwahita, I Ketut Saskara, A.A. Sagung Ayu Srikandi Putri, & Putu Bagus Wisnu Wardhana. (2021). Strategi Pengembangan Pasar Tradisional sebagai Daya Tarik Wisata di Kota Denpasar Bali: Study Kasus Pasar Kumbasari. Jurnal Kajian dan Terapan Pariwisata, 2(1), 37–46. https://doi.org/10.53356/diparojs.v2i1.45
Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1), 1–22.
Syarifa, N. H., & Wijaya, A. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pemberdayaan melalui Program Kampung Tematik (Studi Kasus di Kampung Batik Kelurahan Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang). Universitas Negeri Semarang.
Titioka, B. M., Harsono, M., & Siahainenia, A. J. D. (2023). Modal sosial dalam manajemen BUMDes: Konsep, anteseden, dan konsekuensi. Public Policy, 4(2), 331.
Utami, V. Y. (2020). Dinamika Modal Sosial dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada Desa Wisata Halal Setanggor: Kepercayaan, Jaringan Sosial dan Norma. Reformasi, 10(1), 34-44.
Wibowo, F., Khasanah, A. U., & Putra, F. I. F. S. (2022). Analisis dampak kehadiran pasar modern terhadap kinerja pemasaran pasar tradisional berbasis perspektif pedagang dan konsumen di Kabupaten Wonogiri. Benefit: Jurnal Manajemen Dan Bisnis (Jurnal Ini Sudah Migrasi), 7(1), 53–65.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Socius

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







