Implementasi Nilai Kearifan Lokal Cublak Cublak Suweng dalam Pembelajaran MERDEKA
DOI:
https://doi.org/10.24036/scs.v12i2.668Keywords:
Cublak Cublak Suweng, Nilai Kearifan Lokal, Pembelajaran MERDEKAAbstract
Kearifan lokal menjadi muatan penting untuk diinternalisasikan pada setiap generasi karena mencerminkan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik yang diwariskan secara turun temurun yang mampu mendukung keberlangsungan sosial dan lingkungan. Nilai-nilai lokal memiliki relevansi untuk menghadapi dunia yang terus berubah dan didominasi oleh pengaruh teknologi. Oleh karena itu perlu adanya interseksi antara kearifan lokal dan perkembangan teknologi di dunia pendidikan untuk menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif, responsif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan global yang semakin dinamis. Inovasi pembelajaran melalui implementasi kearifan lokal pada permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dapat menjadi alternatif pembelajaran yang menjembatani antara kearifan budaya dengan kemajuan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi nilai kearifan lokal Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA. Teori yang digunakan sebagai dasar analisis adalah teori struktural fungsional skema AGIL dari Talcott Parsons. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah studi literatur dan observasi partisipan pada pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Cibinong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal permainan tradisional Cublak Cublak Suweng dalam pembelajaran MERDEKA menciptakan iklim belajar yang interaktif, inklusif, dan rekreatif sekaligus melestarikan budaya nasional di era digital. Pendekatan ini mentransfer nilai moral dari makna "suweng" sebagai harta sejati serta mendorong keterlibatan aktif siswa sebagai digital native.
Downloads
References
Abulibdeh, A., Zaidan, E., & Abulibdeh, R. (2024). Navigating the confluence of artificial intelligence and education for sustainable development in the era of industry 4.0: Challenges, opportunities, and ethical dimensions. Journal of Cleaner Production, 437. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2023.140527
Ardiansyah, R., & Syamhuri, M. (2025). Impact of Social Media on the Cultural Identity of the Young Generation in the Society 5.0 Era. Journal of Social Studies Education, 1(2), 76–83. https://doi.org/10.71094/josse.v1i2.228
Astuti, S. F. N., & Listyaningsih. (2022). Peran Pemuda Kampung Lali Gadget dalam Mengenalkan Permainan Tradisional Sebagai Wujud Sikap Cinta Tanah Air Pada Anak Usia Dini di Desa Pagar Ngumbuk Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, Volume 10 (Nomor 3), 728–742.
Aypay, A. (2016). Investigating The Role of Traditional Children’s Games in Teaching Ten Universal Values in Turkey. Eurasian Journal of Educational Research, 16(62). https://doi.org/10.14689/ejer.2016.62.14
Boini, B., Sahrul, S., Wahab, W., & Kurniawan, S. (2024). Strategi Pembelajaran di Era Postmodern: Peningkatan Hasil Belajar Melalui Pendekatan Active Learning pada Generasi Digital Native. Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 7(01), 41-52.
Chusorn et. al (2014). International Conference on Education & Educational Psychology 2013 (ICEEPSY 2013): Strategy challenges the local wisdom applications sustainability in schools. Procedia - Social and Behavioral Sciences. Vol. 112 p. 626 – 634. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.01.1210
Creswell, J. W. (2014). Reseach Design: Pendekatan, Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka pelajar
Danandjaja, J. (1991). Folklore Indonesia Ilmu Gosip Dongeng dll. Jakarta: Grafiti
Hong, F. (2021). The Routledge Handbook of Sport in Asia. New York: Routledge.
Indra Fibiona. (2021). Cublak-Cublak Suweng dan Gobak Sodor: Pengembangan Karakter Anak dalam Permainan Tradisional Yogyakarta. www.budaya.jogjaprov.go.id
Kemdikbud. (2023). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Sosiologi SMA. Jakarta: Kemendikbudristek
Kinanti, E., Akhmad Qomaru Zaman, & Bernadetta Budi Lestari. (2023). Penanaman Nilai Karakter Demokratis Melalui Permainan Tradisional Pemuda Kampung Lali Gadget Di Desa Pagarngumbuk Sidoarjo. Deantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, Volume 2(No 1), 128–139
Li, P. H., & Koenig, M. A. (2023). Understanding the role of testimony in children’s moral development: Theories, controversies, and implications. Developmental Review (Vol. 67). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/j.dr.2022.101053
Liu, H., Liu, W., Yoganathan, V., & Osburg, V. S. (2021). COVID-19 information overload and generation Z’s social media discontinuance intention during the pandemic lockdown. Technological Forecasting and Social Change, 166. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2021.120600
Lu, C., Obenchain, K., & Zhang, Y. (2024). Exploring teachers’ inclination towards adopting inquiry-based learning in social studies: Insights from teacher professional identity. Teaching and Teacher Education, 145. https://doi.org/10.1016/j.tate.2024.104628
Muslihah, N. N., & Dewi, R. (2020). Kepewarisan Nilai Budaya dalam Mite Silampari Sebagai Folklor Lisan pada Masyarakat. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Dan Pengajaran (KIBASP), 4(1), 1–23. https://doi.org/10.31539/kibasp.v4i1.1247
Muzakkir. (2021). Pendekatan Etnopedagogi Sebagai Media Pelestarian Kearifan Lokal. Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan Dan Penelitian, Volume 2(No 2), 28–39.
Naafi’ Muhammad, & Roy Januardi Irawan. (2022). Studi Literatur: Efektivitas Modifikasi Dalam Permainan Tradisional Pada Eksistensi Permainan Anak Era Generasi Z. Jurnal Kesehatan Olahraga, Vol. 10.(No. 01).
Nur, K., Muis, A., and Mulianti, M. 2023. "Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik Mengikuti Proses Pembelajaran melalui Game Based Learning (GBL) di UPT SMA Negeri 1 Bone. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran 5(3) 576-582. https://doi.org/10.31970/pendidikan.v5i3.910
Palazón-Herrera, J., & Soria-Vílchez, A. (2021). Students’ perception and academic performance in a flipped classroom model within Early Childhood Education Degree. In Heliyon (Vol. 7, Issue 4). Elsevier Ltd. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e06702
Parsons, T. (1951). The Social System. New York: Free Press.
Parsons, T. (1961). Theories of Society. New Yorkrahmawat: Free Press.
Ratten, V. (2023). The post COVID-19 pandemic era: Changes in teaching and learning methods for management educators. International Journal of Management Education, 21(2). https://doi.org/10.1016/j.ijme.2023.100777
Subai, S., Hidayat, S., Jamaludin, U., & Leksono, S. M. (2023). Menggali Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Studi Etno-Pedagogi di Suku Baduy. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan, 17(4), 2886-2906.
Tim S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam. 2020. Kompilasi Permainan Rakyat: Menggali Nilai-Nilai Budaya pada Khazanah Folklor Indonesia. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati
Wismanto, A., & Ulumuddin, A. (2024). Urgensi Pendekatan Inovatif dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Era Vuca: Mengintegrasikan Kearifan Lokal dan Teknologi. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 20, 420-430.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Socius

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







