Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua dan Saluak

  • Tuti Anggraini SMAN 1 Siantan Timur Kepulauan Anambas
  • Erda Fitriani Universitas Negeri Padang
  • Emizal Amri Universitas Negeri Padang

Abstract

Artikel ini membahas tentang makna simbol pada upacara kematian masyarakat Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masyarakat Minangkabau yang beragama Islam melaksanakan prosesi upacara secara Islam seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan, akan tetapi di dalam pelaksanaan prosesi upacara kematian yang dilaksanakan masyarakat suatu nagari memiliki keunikan tertentu seperti halnya masyarakat Nagari Salayo. Pada saat mayat berada di dalam rumah dipakaikan suntiang bungo sanggua untuk mayat perempuan atau saluak untuk mayat laki-laki di bagian kepala. Simbol yang ada dalam upacara kematian dianalisa dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian ini mengungkapkan makna simbol yang ada dalam upacara kematian adalah penghormatan bagi orang yang meninggal, sebagai tanda orang beradat, hubungan kekeluargaan yang erat, dan solidaritas sosial.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-06-30
How to Cite
ANGGRAINI, Tuti; FITRIANI, Erda; AMRI, Emizal. Makna Simbol Upacara Kematian: Suntiang Bungo Sanggua dan Saluak. Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education, [S.l.], v. 7, n. 1, p. 45-53, june 2020. ISSN 2442-8663. Available at: <http://socius.ppj.unp.ac.id/index.php/socius/article/view/179>. Date accessed: 26 sep. 2020. doi: https://doi.org/10.24036/scs.v7i1.179.